Tampilkan postingan dengan label ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

Nasi Ayam Hainan yang Gak Pucet ☺️

Resep asli ala fatmah Bahalwan tapi dimodif supaya anak anak gampang makannya... 

Bahan: 
(saya bikin setengah resep karena takut gagal)
600 gr Beras pulen 
2 sdm Margarine (saya pakai butter)
2 siung bawang putih, cincang (saya bawangnya tetep segini)
600 ml air kaldu
3 btg daun bawang, ambil bagian batangnya aja, potong panjang (3 cm) (saya pakai 1 aja)
1 bh bawang bombay besar, iris tipis. (gak punya bombay, diganti 4 siung BM iris)
2 cm jahe, memarkan
1 ekor ayam
1500 cc air
1,5 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
200 gr lobak putih, belah dua memanjang, iris tipis melintang (gak punya lobak, skip aja)
1 bh kaldu blok, bila suka
1 kaleng Jamur kancing, iris tipis (saya pakai enoki take)

Cara membuat :
– didihkan 1500cc air, lalu masukkan ayam. rebus hingga ayam empuk, ambil kaldu yg diperlukan untuk memasak nasi (600 cc). teruskan memasak dengan memasukkan bawang putih cincang, daun bawang, merica, jahe, garam dan kaldu blok (optional). didihkan sekali lagi, masukkan lobak.

– angkat ayam, sisihkan.
(Saya suwir suwir supaya gampang makannya. Lalu ditumis sebentar dengan kecap asin, sisihkan dengan jamur yang diblanch di kuah ayam)

– Dalam panci, lelehkan margarin, tumis bawang bombay, bawang putih cincang, jahe, hingga harum, masukkan jamur, garam dan kaldo blok, aduk rata, lalu masukkan beras, aduk lagi hingga rata.
(Jamurnya gak saya masukkan disini)

– tuang air kaldu, biarkan mendidih, masak hingga menjadi aron. trus kukus dalam dandang selama 20 menit.

– buat sausnya : dalam mangkok, tuang 2 sdm kecap manis, 1 sdm kecap asin, 1 sdm minyak wijen, daun bawang iris, trus tuang kaldu ayam panas, aduk.

Acar:
Ketimun Jepang dan wortel, iris korek api
Cuka beras
Gula 
Garam
Aduk rata, dinginkan

Cara Penyajian:
Nasi ayam, sendiri
ayam rebus, sendiri
Saus (kuah) dalam mangkok
Acar
Sambal bangkok, bisa juga sambal biasa dikasih lemon sedikit

🍚🐔🍚🐔

Minggu, 03 Juli 2016

Opor Ayam Kuah Ringan

Resep dari DiahDidi.com

Opor Ayam

Bahan :
1/2 ekor ayam kampung
1500 ml santan encer
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas
2 lembar daun jeruk purut
1 batang serai, memarkan
1 sendok makan gula merah
1 sendok teh kaldu ayam 
Garam secukupnya

Bumbu halus :
6 buah bawang merah
2 siung bawang putih
4 butir kemiri sangrai
1 sendok teh ketumbar sangrai
1 cm kunyit bakar
1/4 sendok teh merica butiran

Cara membuat :
Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang
Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna
Masukkan santan..dan semua bumbu lain.
Biarkan hingga mendidih, koreksi rasa , sudah pas belum rasanya 
Tutup panci, masak hingga meresap dan daging ayam empuk, dengan api kecil.
Jangan kuatir santan pecah. Nanti jika ayam sudah empuk dan bumbu sudah meresap..bisa di tambah  santan kental instan 1 sendok makan..nanti akan menyatu lagi santan yang pecah.

Selasa, 06 Mei 2014

Korean Spicy Fried Chicken


Ini resep adaptasi suka-suka setelah nonton Maangchi di youtube. 
Ceritanya ini mirip Bonchon Chicken, tapi karena saya tukang masak yang seadanya maka resep ini ditulis atas dasar apa adanya di dapur ya..

Bahan:
1 ekor ayam, potong kecil-kecil.
Tepung maizena
5 siung Bawang putih, geprek, cincang halus
1 ruas jahe, cincang halus
Garam, merica secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Saus:
3 siung bawang putih
2 sdm gochujang (pasta cabe fermentasi)
(Kalau tidak ada, gunakan sambal botolan + bubuk cabe, tapi rasa tauconya gak ada ya)
1 sdm kecap asin
2 sdm madu
Merica secukupnya
1 sdt Minyak wijen 
2 sdm wijen sangrai
Minyak untuk menumis saus



Cara membuat:
Aslinya kan bonchon chicken cuma sayap ayam, tapi di kulkas ada ayam kampung ni. Pake ajalah, toh rasanya sama kan..

Ayam yang sudah bersih dan dipotong kecil dilumuri bawang putih, jahe. Baluri tepung maizena, garam dan merica. Diamkan sebentar. Goreng dua kali hingga kering. Sisihkan. 

Oiya, kalo maleees banget bikin tepungnya, pake aja tepung instan. Tentunya tepung buatan sendiri lebih sehat dan gak susah buatnya sih sebenernya. Kalo mau ditambah telur di adonannya boleh juga kok. Bebass..

Goreng api kecil aja, supaya crispy sampai ke dalam. Untuk ayam yang bohay macam boiler, sebelum dibumbui boleh tuh dikukus dulu. Tiriskan, bumbui, tepungi, goreng deh. 

Sausnya juga suka-suka dan sedapatnya. Gochujang ini rasanya gak terlalu pedas, tapi ada wangi tauco yang lucu dan sedep gitu. Di resep-resep korea ada yang gak pake jadi kalo gak lagi kepingin banget rasa gochujangnya bisa pake bubuk cabe + sambel botolan biasa. 

Terus, biasanya resep Korea kan pake shoyu, saya maunya yang udah ada logo halalnya, dan gak keberatan kalo shoyunya diganti kecap asin lokal. Rasanya gak terlalu beda sih, gatau kalo orang Koreanya ya, hehehe...

Selain bumbu-bumbu diatas, dengan gembira dan tanpa malu-malu saya pake madu biasa, minyak wijen sama wijen sangrai.

Tumis bawang putih dengan olive oil yang masih belum habis itu, sampai harum.
Di api kecil, masukkan sambel botolan, gochujang, kecap asin, madu.
Masukkan ayam yang sudah digoreng kering tadi, aduk pelan-pelan hingga sausnya kental.
Cicipi. Beri lada. Gak perlu garam kan kecapnya udah asin. 
Matikan api, beri minyak wijen sedikiit aja. Aduk.
Taburi butiran wijen di atasnya. Sajikan panas. 



Rabu, 09 April 2014

Memasak dengan Olive Oil - Resep Ayam Rica

https://www.facebook.com/TiaKurnianto/posts/10202787630585554


Suatu siang, Kiki cerita, "Mah, di sekolah mau ada lomba masak loh"
"Oh ya? Seru dong.. Ade mau ikut? Kan Ade suka bantuin mama di dapur.."

Mukanya Kiki ragu-ragu, tapi dia memang suka masak sih, jadi dia bilang yuk kita daftar. Beberapa teman yang tau Kiki suka masak pun mendorongnya agar ikutan lomba.

Setelah technical meeting, kita baru tau ternyata lomba masak ini istimewa. Karena harus menggunakan olive oil, atau minyak zaitun. Widih, ini sehat dan pasti kita bisa belajar hal baru nih!

Hmm... Kita pernah masak pake olive oil sih, tapi nggak sering, takut kepanasan katanya malah rusak. Jadi sebatas untuk salad, olesan roti dengan garlic, atau untuk tumis, itu juga nggak sering.

Saat hari H, itu hari rempes banget. Paginya Kiki UTS, lalu dia perform tari Saman untuk opening, dan kemudian masak. Whew.. Mana mataharinya lagi obral!

Demo masak chef Bara singkat, tapi seketika membuat saya nganga. Yang bener Olive Oil bisa buat goreng? Ternyata bisa banget!

Demonya 2 menu: udang honey mustard dan cah sapi tumis brokoli dan jamur shiitake. Itu masakan fave banget, dan gak kepikir bisa dibuat dengan olive oil. Kirain cuma buat pasta dan salad aja loh..

And the story goes on, keliatan sedikit suasananya di video https://www.facebook.com/TiaKurnianto/posts/10202787630585554 , ini waktu lomba di sekolah. Kemudian pemenang dipilih melalui jumlah likes yang diperoleh di facebook page Revolusi Olive Oil. 

Singkatnya, melalui bantuan keluarga, eyang, ipar, sepupu, teman-teman di segala penjuru, akhirnya loloslah kami ke babak semifinal, dan harus bersaing bersama 11 kontestan lainnya di La Piazza.

Menunya Ayam Rica. Hidih, menu cabe-cabean gini mana doyan suami dan Mimi? Ya terpaksa harus bisa deh, walopun udah pernah masak tapi harus istimewa. Sempet nanya sama beberapa teman Manado asli, gimana sih keluarga mereka kalo masak Ayam Rica?

Alhamdulillah, Yannis temanku yang suka terbang alias foto levitasi langsung manggil tantenya, Tante Lena namanya, untuk ngobrol langsung via telpon. Satu lagi, Allen, pilot yang super sibuk menyempatkan diri untuk ngajarin jarak jauh, beberapa saat sebelum terbang! Ini salah satu berkah yang orang nggak banyak tau ya, ternyata saya bersyukur dititipi Allah kawan-kawan yang baik dan geraknya cepat!

Harus latihan dulu dong biar gak fail besoknya. Oke, belanja kilat ke pasar tradisional, karena bahan segar cuma ada disitu. Malam-malam berdua Kiki asik mainan di dapur. Okelah, ayamnya harus dipotong kecil agar cepat matang dan hemat waktu memasak. Tomat ga usah banyak-banyak, yang penting cabe dan bawang harus royal hehehe (begitu juga tips Tante Lena dan Allen)

Paginya, siap-siap ke La Piazza karena tengah hari acara sudah dimulai. Dan lombanya, gitu deh. Disuruh ngulek masaaaaa... Baiklah, sabaaaar dan semangaaaat! Memang skill ngulek sekarang mulai jarang dikuasai anak muda, ya mending pake blender kan. Singkatnya, setelah lomba di outdoor yang penuh keringat dan airmata (iye kan ngulek cabe ama bawang) loloslah kita ke babak final yayy!

So, sambil mikir di grand final kita mau masak apa, inilah resep Ayam Rica yang disempurnakan dari Chef Bara. Semoga suka ya. 

Ini sudah dipraktekkan lagi untuk memasak Ayam Rica, buat guru-guru Kiki yang harus ikut mencoba masakan kami 😊😊

Bahan:
20 potong ayam (2 ekor), potong kecil, 
baluri dengan perasan jeruk nipis dan garam

Haluskan: 
Cabe merah besar 2 pack (sekitar 20 buah)
Bawang merah 20 siung
Bawang putih 8 siung
Kunyit seruas jari
Jahe seruas jari
Terasi bila suka

Iris: 
Daun jeruk 15 lembar
Sereh 4 batang, putihnya saja, memarkan
Lengkuas, seruas jari, memarkan
Tomat, 2 buah, cincang kecil
Honje, cacah kecil-kecil
Kemangi, siangi daunnya
Jeruk limo, peras

Extra Light Olive Oil untuk menumis bumbu
Extra Virgin Olive Oil untuk dituang setelah masakan matang.

Cara membuat:
Ayam dicuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15menit, lalu goreng sebentar, sisihkan.

Bumbu halus ditumis dengan Extra Light Olive Oil sampai harum, masukkan juga bumbu iris, masukkan ayam lalu tambahkan air sedikit, kecilkan api hingga meresap. Taburi kemangi sesaat sebelum diangkat, boleh juga beri air jeruk limo supaya wanginya tambah seru.
Beri kucuran minyak ajaib EVOO sebelum disantap. Bismillah, semoga sehat dan bahagia saat menikmati ayam rica ala Chef Bara ini. 

Kami masih berjuang untuk babak final, mohon doa dan dukungannya ya. 
Bergabunglah di fb page : Revolusi Olive Oil dan simak semua informasi berguna di sana. 
Selamat memasak makanan sehat untuk keluarga 😊🙏